Sabtu, 06 November 2010

DEMI WAKTU

Sahabat saya, katakanlah:

Wahai Subuh,
dalam keindahanmu
aku dibuat mengerti,

...bahwa cara terbaik untuk
memperpanjang waktu,
bukanlah mengulur batas waktu,
tetapi menyegerakan waktu mulai.

Semakin segera aku memulai,
akan semakin panjang waktuku,
dan dengannya semakin banyak
yang dapat kuselesaikan.

Aku menjadi
bukan karena yang kurencanakan,
tetapi karena yang kuselesaikan.

Tuhan, kayakanlah hidup kami.
Amien


Mario Teguh

Jumat, 05 November 2010

LAUT TERBELAH DUA "MOSES MIRACLE"

Ini adalah penomena alam yang paling mengagumkan di Korea Selatan yang dinamakan "Moses Miracle", dua kali setahun terjadi air surut, terbuka suatu alur daratan sepanjang 2.8 kilometer dan lebar 40 meter yang menghubungkan pulau Jindo dan Modo selama beberapa jam. Fenomena terjadi karena perubahan kepekatan air laut.








Suatu festival diadakan untuk mengingatkan kejadian alam
dan dihadiri orang-orang dari segala penjuru dunia ini.


Bagaimanapun kejadian alam ini belum begitu diketahui sampai tahun 1975,
ketika Mr. Pierre Randi duta besar Perancis untuk negara Korea berkunjung kemari
dan menghebahkannya di surat khabar Perancis.





Sungguh sangat besar kekuasaan Tuhan,
banyak penomena alam yang membuat manusia tercengang.
Ini adalah cara Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada manusia
agar mau percaya dan beriman, bagi yang mau berpikir.

"Bacalah... dengan menyebut nama Tuhan mu"


Semoga menambah keimanan kita.


sumber: http://www.lintasberita.com/go/815529

Minggu, 31 Oktober 2010

PERAN SERTA MASYARAKAT


Pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Dukungan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan. Peran serta tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 7 tingkatan, yang dimulai dari tingkat terendah ke tingkat yang lebih tinggi. Tingkat tersebut terinci sebagai berikut:

1. Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia. Jenis PSM ini adalah jenis yang paling umum. Masyarakat hanya memanfaatkan jasa sekolah dengan memasukkan anak ke sekolah.

2. Peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga. Pada PSM jenis ini, masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan menyumbangkan dana, barang dan/atau tenaga.

3. Peran serta secara pasif. Artinya, menyetujui dan menerima apa yang diputuskan oleh pihak sekolah (komite sekolah), misalnya komite sekolah memutuskan agar oran tua membayar iuran bagi anaknya yang bersekolah dan orang tua menerima keputusan tersebut dengan mematuhinya.

4. Peran serta melalui adanya konsultasi. Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tetang maslah pembelajaran yang dialami anaknya.

5. Peran serta dalam pelayanan. Orang tua/masyarakat terlibat dalam kegiatan sekolah, misalnya orang tua ikut membantu sekolah ketika ada studi banding, kegiatan pramuka, kegiatan keagamaan, dsb.

6. Peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/dilimpahkan. Misalnya, sekolah meminta orang tua/masyarakat untuk memberikan penyeluhan pentingnya pendidikan, masalah jender, gizi, dsb. Dapat juga berpartisipasi dalam mencatat anak usia sekolah di lingkungannya agar sekolah siap menampungnya, menjadi nara sumber, guru bantu, dsb.

7. Peran serta dalam mengambil keputusan. Orang tua/masyarakat terlibat dalam pembahasan masalah pendidikan (baik akademis maupun non akademis) dan ikut dalam proses pengambilan keputusan dalam rencana pengembangan sekolah.

(sumber: Peran Serta Masyarakat oleh Widyaiswara LPMP Kal-Bar)


MY OPINI

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran serta orang tua/masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat dibutuhkan. Tetapi selama ini peran serta masyarakat yang diminta pihak sekolah masih terbatas pada soal dana: uang gedung, uang bangku, membangun mushola, lokal, laboratorium, dsb.

Ketika peran serta ini dilaksanakan, dibeberapa sekolah saya merasa ketidakadilan berlaku pada siswa miskin. Pengalaman pribadi, "surat miskin" yang ditunjukkan siswa sebagai permohonan untuk diberi keringan iuran komite/uang gedung, tidak ditanggapi pihak sekolah dengan baik. Bagi sekolah semua siswa apapun keadaan ekonominya harus membayar iuran komite/uang gedung tsb dengan jumlah yang sama. Keadaan ini membuat sekolah menjadi lingkungan yang tidak kondusif bagi orang miskin.

Beberapa pelajar yang saya kenal, tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SMA karena khawatir tidak bisa membayar uang masuk, untuk sekolah negeri saja di Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat tahun 2010 jumlahnya berkisar antara 1,5 - 2 juta rupiah. Sedangkan beberapa pelajar yang lain bisa melanjutkan karena bantuan dari yayasan.

Marah dan kesal pada pihak sekolah tsb saya rasakan. Apalagi jika teringat anak didik saya yang harus putus sekolah tsb. Sedih dan tidak tega rasanya, seakan kita merenggut kesempatan mereka untuk merasakan indahnya duduk/pengalaman di bangku SMA.


SOLUSI

Tidak bisa dinampikan bahwa di dunia ini ada si miskin dan si kaya, dan apapun status sosial dan ekonominya, mereka berhak mendapat pendidikan yang layak, terlebih bagi siswa miskin agar bisa memperbaiki taraf hidupnya. Bagi siswa miskin, jika sekolah negeri saja mahal kemana lagi mereka harus bersekolah??????

Jika memang sekolah negeri sangat membutuhkan partisipasi orang tua/masyarakat dalam membangun fisik sekolah maka bisa dilakukan dengan "subsidi silang". Caranya:

1. Jika ada siswa yang mengajukan permohonan keringan iuran komite dengan membawa "surat miskin" hendaknya pihak sekolah menanggapi dengan serius.

2. Berdasarkan "surat miskin" tsb, sekolah mengutus guru/ pihak komite untuk mengecek langsung ke lapangan/rumah siswa tsb, memastikan kondisi ekonominya.

3. Jika pantas dibantu, maka pihak sekolah/komite mencarikan donatur dari wali murid yang kondisi ekonominya tergolong mampu/kaya.

4. Untuk satu siswa miskin, bisa dibantu oleh lebih dari satu donatur tergantung kesediaan para donatur tsb, yang penting siswa miskin tsb bisa bebas dari iuran gedung yang telah ditetapkan dalam rapat komite sebelumnya.

5. Siswa miskin yang telah dibantu diminta untuk mencapai prestasi terbaik sehingga pihak sekolah memberikan lagi imbalan mungkin dengan membebaskannya dari iuran komite bulanan, dsb.



Jadikanlah sekolah tempat yang kondusif bagi orang miskin,,,
Sehingga semua anak Indonesia bisa...
Menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit



Buat anak didik ku
yang harus putus sekolah
maafkan jika belum bisa membantu lebih banyak
semoga Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik.

Buat anak-anak asuh P2AF
yang harus bersekolah dalam kekurangan
tetaplah smangat dan bersabar
dekatkan diri kepada Tuhan
Semoga Ia memberikan buah manis dari perjuangan ini




GUNUNG API DI INDONESIA


Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Penyebaran Gunung Api di Indonesia
Sumatra : 30 buah
Jawa : 35 buah
Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah
Maluku : 16 buah
Sulawesi : 18 buah
Jumlah : 129 buah


 

Ditemukan Gunung Berapi Terbesar
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan geologi, Bandung menilai penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meter merupakan gunung api terbesar di Indonesia.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, bila gunung itu merupakan gunung merapi, maka sangat berbahaya bila meletus karena gunung yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami

Doa harus dipanjatkan kepada Allah SWT, semoga apa yang dikhawatirkan dari penemuan ini tidak terjadi, dan Masyarakat Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin. 
 
 
Untuk Negara ku tercinta INDONESIA
Bangsa yang di cintai Allah
Dengan umat Islam terbesar di dunia
Musibah bertubi yang menimpa kita
 
Di bulan Oktober 2010 ini
Banjir Bandang di Wasior Papua,
Tsunami di Mentawai,
Gunung Merapi Meletus
 
Jadikan sebagai pelajaran dan sarana untuk bertaubat
Menyadari bahwa betapa kita sangat memerlukan perlindungan Allah
Dengan demikian,
Kita tinggalkan segala maksiat yang slama ini menjadi budaya
 
Budaya Korupsi
Ketidak adilan dalam penegakan hukum
Kecurangan berpolitik dan money politic
Keserakahan mengeruk uang rakyat
 
Malas dan tidak profesional menjalankan tugas
khusus untuk saya pribadi.... hehe:)
 
Dengan musibah ini
Semoga kita semua disadarkan
 
Sehingga,,,,
 
Habis Gelap, Terbitlah Terang
Dibalik Kesulitan terdapat Kemudahan
Bagi yang beriman dan mau berpikir.
 
 
 
 
 
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi#Klasifikasi_gunung_berapi_di_Indonesia
http://www.rileks.com/entertainment/ragam/omg/24198-unik-dunia-gunung-apiindonesia.html
http://khatulistiwa.info/gunung/gunung-berapi-di-indonesia.html

Sabtu, 30 Oktober 2010

AYO BER-QURBAN


Slama ini banyak diantara kita orang Islam yang mengira bahwa dalam melaksanakan perintah memotong hewan qurban saat hari raya Qurban disunahkan satu orang satu kambing. Ternyata satu kambing sudah mencukupi untuk satu keluarga (satu rumah) dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

Hal ini berdasarkan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang memotong seekor kibas/kambing dengan mengatas namakan Nabi Muhammad dan keluarganya, padahal saat itu istri nabi berjumlah sembilan orang.

Hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih, lihat Minhaajul Muslim, 264 dan 266).

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya kambing 1 untuk anak si A, kambing 2 untuk anak si B, karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban. Sebelum menyembelih beliau mengatakan:”Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349).

Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”


JANGAN LEWATKAN

Berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha. Sabda Nabi SAW : "Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban." (HR. At Tirmidzi).

Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat, "Menyembelih hewan pada hari raya Qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama." (Al Jabari, 1994).

Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW :
"Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan.. ." (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165).

SEJARAH QURBAN 

1. Zaman Nabi Adam As
Dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurban dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban.

Untuk siapa semua itu diqurbankan, padahal waktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.

Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan tulus ikhlas. Dipilih hewan yang gemuk dan sehat, dan dia taat terhadap petunjuk ayahnya Nabi Adam. Berbeda dengan si Qabil, Dia memilih buah-buahan yang jelek-jelek dan sudah afkiran.

Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh si Habil sementara buah-buahan yang dikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak berkurang. 


Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 :
"Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata : "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil " Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".


2. Zaman Nabi Ibrahim As
Diriwayatkan ketika Nabi Ismail putra kesayangan Nabi Ibrahim As, kira-kira berusia 6-7 tahun, tiba-tiba Allah memberi ujian kepada Nabi Ibrahim As, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 :
"Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu " Ia menjawab: "hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".


3. Zaman Nabi Muhammad SAW
Zaman Nabi Muhammad SAW. Masalah kurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3:
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus".


ESESNSI QURBAN:

1. Sebagai syi'ar Allah SWT.
“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Al-Hajj: 36)


2. Mahabbah, menimbulkan kasih sayang
Surat Al-MaaHuun ayat 1-7 : "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan ) barang berguna".


3. Menolong agama Allah 
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)
 
Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?” Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.


AGAR IBADAH QURBAN BERMAKNA:

1. Pilihlah hewan qurban yang bagus/terbaik
Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “…barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu adalah berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32).

Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berqurban disunnahkan untuk memilih hewan qurban yang besar dan gemuk.

Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara mu’allaq namun secara tegas dan dimaushulkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan)

2. Ikhlas karena Allah
Seseungguhnya semua orang itu merugi, kecuali mereka yang berilmu. Dan sesungguhnya semua orang yang berilmu itu merugi kecuali yang mengamalkannya. Dan sesungguhnya semua orang yang mengamalkan ilmunya merugi kecuali yang mengamalkan ilmunya dengan Ikhlas. (Imam Al-Ghazali)

3. Makanlah sedikit dari daging hewan yang di-qurbankan tersebut.
Daging kurban boleh dibagikan kepada tiga asnap menurut syariat. Boleh dimakan sekeluarga sendiri paling banyak 1/3 bagian, 1/3 bagian lagi untuk fakir miskin dan 1/3 bagian lagi untuk handai tolan dan kenalan. Boleh juga secara keseluruhan diserahkan kepada panitia dan terserah panitia yang membagikannya. Bila hanya minta pahanya saja bagi berqurban masih diperbolehkan asal bukan qurban nadzar.


UNTUNG RUGINYA BER-QURBAN

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Tiap-tiap rambut yang dikurbankan adalah merupakan "Khair". Ungkapan "Khair" ini mengandung arti keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, kemurahan Allah dan kalau orang sudah mendapatkan khairat maka berarti dia telah memperoleh segala-galanya dari Allah. Itulah hikmah daripada ibadah qurban.

Kurban wajib bagi orang yang mampu atau berkecukupan tapi bila tidak melaksanakan kurban, Nabi Muhammad SAW mengingatkan : "Barang siapa yang sudah mampu dan mempunyai kesanggupan tapi tidak berkurban, maka dia jangan dekat-dekat kemushallahku." Hadis tersebut merupakan sindiran bagi orang-orang yang mampu dan banyak harta tapi tidak mau berkurban. Wallaahu 'alam bish-showab




Sumber:
http://annuur.multiservers.com/sejarahqurb.html
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hamas-fatah-israel.htm