Sabtu, 05 Desember 2015

4M DALAM KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH


Masih cerita tentang tes akademik calon kepala sekolah tahun 2015. Awalnya kami kira tes akademik ini berupa butiran soal pilihan ganda yang harus dijawab. Sebagai usaha kami mendownload soal-soal tersebut dan berupaya menjawabnya.

Ternyata penilaian calon kepala sekolah untuk tahun 2015adalah penilaian potensi kepemimpinan. Menilai kemampuan calon dalam menganalisis dan mengambil keputusan secara tepat terhadap suatu situasi, kasus dan kondisi bermasalah. Faktor lain yang juga dinilai, yaitu kemampuan calon untuk mencari alternatif solusi dan merencanakan tindakan yang tepat dalam mengatasi situasi, kasus, dan kondisi bermasalah.

Alternatif solusi dan rencana tindakan yang diambil harus mengacu pada 4M, yaitu mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan. Berikut adalah penjelasan keterampilan 4M yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah.





1. Mempengaruhi | The Power of Influence

Keterampilan pertama yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah harus bisa mempengaruhi, artinya mampu membuat orang lain menyetujui dan menerima ide-ide yang digagas oleh pemimpin. Persetujuan dan penerimaan ini bisa dikatakan baik apabila mereka menerima dengan senang, terbuka, dan rela hati. Tentunya dengan kesadaran penuh.  

Tahap pertama dalam belajar mempengaruhi adalah harus bisa memasuki pola pikir. Pada tahap ini rasionalitas yang berbicara. Jangan hanya emosi saja yang dibesar-besarkan. Belajarlah berpikir dingin. Rasionalitas itu tumbuh karena adanya learning spirit. Maka jangan biarkan dirimu terjebak dalam kejumudan dan kebodohan. Orang-orang pandai selalu merasa kekurangan ilmu. Sebab memang selalu ada celah kosong untuk terus mengisi otak dengan ilmu pengetahuan. Kita bisa memperindah diri dengan sentuhan ilmu pengetahuan, mempertajam intuisi dengan pembelajaran, dan mengasah kemampuan diri dengan lesatan ide-ide cemerlang. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebijakan sekolah agar kebijakan tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah sehingga mereka dengan penuh kesadaran melaksanakan sesuatu yang telah diputuskan. Hal-hal tersebut antara lain:
  • Kebijakan yang diambil bukan semata-mata untuk kepentingan sekelompok orang tetapi kebijakan yang diambil harus memiliki tujuan yang jelas untuk memajukan pendidikan secara umum pada tingkat mikro.
  • Kebijakan yang diambil menampung semaksimal mungkin aspirasi bawahan sehingga kebijakan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
  • Lakukan analisis dampak negatif dan positif bersama dengan pembantu kepala sekolah sebelum kebijakan tersebut diluncurkan.
  • Hindari mengambil keputusan yang tidak populer yang hanya akan mengakibatkan kontroversi pada tingkat bawah.

2. Menggerakan
Keterampilan menggerakan memiliki arti bahwa seorang pemimpin memiliki keterampilan yang menyebabkan orang lain melakukan tindakan yang diinginkan seorang pemimpin. Bagi kepala sekolah keterampilan menggerakkan merupakan kemampuan kepala sekolah agar sumber daya yang ada (terutama manusia) dapat bekerja dan bersinergi untuk pencapaian tujuan yang diharapkan.  
 
Sumber daya manusia merupakan hal yang unik karena di situ terdapat keberanekaan harapan dan keinginan. Oleh karena itu, kesalahan dalam menggerakan sumber daya manusia akan dapat mengakibatkan penyelewengan dari sebagaian atau keseluruhan sumber daya yang ada. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya menggerakkan sumber daya manusia yang ada di antaranya adalah: 1. Perlakukan mereka sebagai manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan atau pendapat, dan memerlukan penghargaan terhadap prestasi kerja. Dengan demikian segala yang terkait dengan hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan usaha menggerakan sumberdaya tersebut. 2. Lakukan kontrol secara kontinu terhadap pelaksanaan kebijakan tanpa menimbulkan kesan mencari kesalahan.Penghargaan terhadap progres kerja akan menjadi motivasi yang mujarab dalam penggerakan SDM. 3. Selalu motivasi bawahan baik secara formal maupun nonformal. Dengan motivasi agar muncul perasaan dihargai pada diri bawahan sehingga kinerja terbaiklah yang akan ditampilkan. 4. Lakukan komunikasi yang harmonis terhadap gejala tindakan indisipliner dan atau penyelewengan terhadap pelaksanaan kebijakan untuk mengetahui alasan penyelewengan tersebut. Dengan demikian akan segera dilakukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelaksanaan program kebijakan.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Sumber daya manusia merupakan hal yang unik karena di situ terdapat keberanekaan harapan dan keinginan. Oleh karena itu, kesalahan dalam menggerakan sumber daya manusia akan dapat mengakibatkan penyelewengan dari sebagaian atau keseluruhan sumber daya yang ada. 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya menggerakkan SDM yang ada di antaranya adalah: 
  • Perlakukan mereka sebagai manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan atau pendapat, dan memerlukan penghargaan terhadap prestasi kerja. Dengan demikian segala yang terkait dengan hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan usaha menggerakan sumberdaya tersebut. 
  • Lakukan kontrol secara kontinu terhadap pelaksanaan kebijakan tanpa menimbulkan kesan mencari kesalahan.Penghargaan terhadap progres kerja akan menjadi motivasi yang mujarab dalam penggerakan SDM.
  • Selalu motivasi bawahan baik secara formal maupun nonformal. Dengan motivasi agar muncul perasaan dihargai pada diri bawahan sehingga kinerja terbaiklah yang akan ditampilkan.
  • Lakukan komunikasi yang harmonis terhadap gejala tindakan indisipliner dan atau penyelewengan terhadap pelaksanaan kebijakan untuk mengetahui alasan penyelewengan tersebut. Dengan demikian akan segera dilakukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelaksanaan program kebijakan.
Sumber daya manusia merupakan hal yang unik karena di situ terdapat keberanekaan harapan dan keinginan. Oleh karena itu, kesalahan dalam menggerakan sumber daya manusia akan dapat mengakibatkan penyelewengan dari sebagaian atau keseluruhan sumber daya yang ada. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya menggerakkan sumber daya manusia yang ada di antaranya adalah: 1. Perlakukan mereka sebagai manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan atau pendapat, dan memerlukan penghargaan terhadap prestasi kerja. Dengan demikian segala yang terkait dengan hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan usaha menggerakan sumberdaya tersebut. 2. Lakukan kontrol secara kontinu terhadap pelaksanaan kebijakan tanpa menimbulkan kesan mencari kesalahan.Penghargaan terhadap progres kerja akan menjadi motivasi yang mujarab dalam penggerakan SDM. 3. Selalu motivasi bawahan baik secara formal maupun nonformal. Dengan motivasi agar muncul perasaan dihargai pada diri bawahan sehingga kinerja terbaiklah yang akan ditampilkan. 4. Lakukan komunikasi yang harmonis terhadap gejala tindakan indisipliner dan atau penyelewengan terhadap pelaksanaan kebijakan untuk mengetahui alasan penyelewengan tersebut. Dengan demikian akan segera dilakukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelaksanaan program kebijakan.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Sumber daya manusia merupakan hal yang unik karena di situ terdapat keberanekaan harapan dan keinginan. Oleh karena itu, kesalahan dalam menggerakan sumber daya manusia akan dapat mengakibatkan penyelewengan dari sebagaian atau keseluruhan sumber daya yang ada. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya menggerakkan sumber daya manusia yang ada di antaranya adalah: 1. Perlakukan mereka sebagai manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan atau pendapat, dan memerlukan penghargaan terhadap prestasi kerja. Dengan demikian segala yang terkait dengan hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan usaha menggerakan sumberdaya tersebut. 2. Lakukan kontrol secara kontinu terhadap pelaksanaan kebijakan tanpa menimbulkan kesan mencari kesalahan.Penghargaan terhadap progres kerja akan menjadi motivasi yang mujarab dalam penggerakan SDM. 3. Selalu motivasi bawahan baik secara formal maupun nonformal. Dengan motivasi agar muncul perasaan dihargai pada diri bawahan sehingga kinerja terbaiklah yang akan ditampilkan. 4. Lakukan komunikasi yang harmonis terhadap gejala tindakan indisipliner dan atau penyelewengan terhadap pelaksanaan kebijakan untuk mengetahui alasan penyelewengan tersebut. Dengan demikian akan segera dilakukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelaksanaan program kebijakan.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

3. Mengembangkan
Jim Collins pernah menuliskan: First who, then What; people before strategy. Get the right people first and then set the strategy. Pesan yang ingin disampaikannya adalah mengenai sumber daya manusia. Sebab itu, kepemimpinan yang efektif mampu mengembangkan kemampuan dan keahlian orang-orangnya. 
Lihatlah GE, General Electric. Perusahaan ini sangat konsen membangun kompetensi karyawannya. GE memahami bahwa bisnis mereka adalah bagaimana membentuk orang-orang dengan talenta tinggi. Mereka membangun aset dengan menginvestasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan kompetensi orang-orangnya. Maka jika kamu ingin membesarkan diri, perusahaan, organisasi, dunia pendidikan, maka berinvestasilah untuk dirimu. Karena dengan begitu, terjadi pengembangan diri yang signifikan. 


Terkait dengan hal tersebut, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengembangkan sekolah sebagai instutsi pendidikan: 
  • Lakukan analisis kebutuhan masyarakat atau stakeholder terhadap mutu lulusan.
  • Buat program dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat. 
  • Lakukan pembinaan secara terprogram dalam rangka meningkatkan kompetensi warga sekolah.
  • Program-program peningkatan kompetensi menjadi sesuatu yang harus direncanakan dan dilakukan. Program ini bisa dilakukan baik secara mandiri maupun kontingensi pada kegiatan peningkatan kompetensi di tingkat lain. 

4. Memberdayakan
Konsep terakhir dari teori kepemimpinan 4M adalah Memberdayakan. Seorang pemimpin hendaknya mampu mengelola seluruh potensi orang-orang yang dipimpinnya. Dengan segala sumber daya itulah kita bisa mencapai tujuan. Ketepatan memilih orang tepat untuk posisi tertentu dapat menghasilkan kinerja yang tinggi.

 
Memberdayakan juga berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan. Dalam kaitannya dengan kepemimpinan kepala sekolah, kepala sekolah dianggap telah berhasil atau memiliki keterampilan memberdayakan apabila terdapat indikasi sebagai berikut: 
  • Pembagian tugas pada guru dan staf administrasi telah sesuai dengan kompetensi personil yang bersangkutan bukan lagi berdasarkan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) semata. 
  • Pemanfaatan sumber nonmanusia telah semaksimal mungkin oleh sebagaian besar warga sekolah dalam mengupayakan tercapaianya pelayanan pendidikan yang optimal.
  • Semua personil dalam naungan pembinaan kepala sekolah telah berjalan dengan baik dalam melaksanakan tugas masing-masing.
  • Tidak terdapat ketidaktermanfaatkan potensi baik dari sumber daya manusia maupun nonmanusia. 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberdayakan sumber daya yang ada secara baik seperti: 
  • Lakukan analisis yang baik terhadap peta kekuatan seluruh sumber daya yang ada. Hasil analisis ini tentunya akan menjadi dasar dalam langkah selanjutnya yaitu pembagian kerja. 
  • Prinsip right man in the right place harus menjadi dasar dalam pembagian tugas. 
  • Lakukan evaluasi terhadap kinerja bawahan secara teliti untuk mengetahui kekurangberdayaan personil yang telah ditunjuk. 
  • Pembinaan personil dalam rangka menjaga ritme kerja dilakukan secara terencana dan terarah







Sumber:
http://farichinfarich.blogspot.co.id/2013/08/contoh-makalah-calon-kepala-sekolah.html
http://mindsetsuksess.blogspot.co.id/2014/08/konsep-dan-teori-kepemimpinan-4-m.html



Kamis, 03 Desember 2015

TES AKADEMIK CALON KEPALA SEKOLAH


Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 28 Tahun 2010 mulai diberlakukan diseluruh wilayah Indonesia pada tahun 2013. Permen ini mengatur tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah memberikan acuan bagi sistem penyiapan kepala sekolah/madrasah, Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB) Kepala Sekolah, dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah.

Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS) yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) terdiri dari proses rekrutmen serta pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Proses rekrutmen terdiri dari seleksi administratif dan seleksi akademik. Seleksi administratif dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Proses tersebut dilakukan untuk memperoleh guru potensial yang memenuhi syarat administratif sebagai calon kepala sekolah/madrasah. Tahapan berikutnya adalah seleksi akademik.

Seleksi akademik tahun 2015 oleh LPPKS dilakukan melalui Penilaian Proses Kepemimpinan (PPK) yaitu suatu proses pengumpulan informasi yang berkaitan dengan kemampuan, kekuatan atau daya kepemimpinan yang dimiliki oleh calon kepala sekolah/madrasah yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Penilaian potensi kepemimpinan dilakukan dengan menilai kemampuan calon dalam menganalisis dan mengambil keputusan secara tepat terhadap suatu situasi, kasus dan kondisi bermasalah. Faktor lain yang juga dinilai, yaitu kemampuan calon untuk mencari alternatif solusi dan merencanakan tindakan yang tepat dalam mengatasi situasi, kasus, dan kondisi bermasalah.

Instrumen yang digunakan berupa skenario situasional, skenario kasus, dan skenario kondisi yang diangkat dari permasalahan nyata di sekolah. Setiap skenario dilengkapi lembar respon. Skenario dikembangkan berdasarkan rambu-rambu yang telah ditetapkan dan dilengkapi dengan rubrik yang berfungsi untuk menilai kualitas respin yang diberikan oleh calon kepala sekolah.

Penilaian potensi kepemimpinan dilakukan secara deskriftif-kualitatif untuk membandingkan kualitas rencana tindakan kepemimpinan calom kepala sekolah dengan rencana tindakan patokan yang ada di rubrik.




Demikian pembahasan seputar seleksi akademik calon kepala sekolah tahun 2015 semoga bermanfaat. In shaa Allah tulisan berikutnya tentang embaran soal yang kami terima pada saat seleksi calon kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD).

 MAKE OVER





 before













   After

  
Perjalanan hidup tak bisa diduga
Garis tangan telah ditetapkan
Doa dan usaha hanyalah ikhtiar
Allah-lah penentu segalanya


Terima kasih bapak, umak..!
Rumahku ini adalah pemberianmu
Semoga menjadi tempat yang menyenangkan 
bagi bapak dihari tuanya
dan amal jariah buat umakku disana.
Amin.



Rabu, 02 Desember 2015

 MENCARI REBUNG

Adakalanya murid lebih pintar dari gurunya. Cerita berikut merupakan salah satu buktinya. 

Saat itu saya merupakan guru baru di SDN 14 Sedahan Kabupaten Kayong Utara. Suatu hari dengan ditemani beberapa orang siswa, kami pergi mencari rebung di bukit belakang sekolah. Rebung adalah bambu muda yang enak dimakan, teksturnya unik (krenyes-krenyes), aromanya khas. Makan rebung bukan hal yang asing tapi mencarinya langsung di hutan merupakan pengalaman baru bagi saya.

Berbekalkan parang pendek penuh semangat kami berangkat. Dalam benak terpikir bahwa rebung di bukit tersebut pasti banyak karena dikejauhan pohon bambu terlihat sangat lebat. Bukit yang asri. Udara segar membuat perjalanan menyenangkan. Tak terasa sampai pada tempat tujuan.

Dalam rimbunan rumpun bambu saya melihat-lihat ke atas. Melihat pucuk batang bambu muda. Mencari rebung. 
Melihat gelagat saya tersebut seorang siswa bertanya:
"Apa yang ibu cari?"
Dengan yakin saya menjawab: "Mencari rebung".
Serempak para siswa tertawa.
"Ibu...! rebung itu adanya di bawah. Batang bambu yang baru muncul (bertunas)" jelasnya sambil tersenyum.
"Mencarinya di bawah...! bukan di atas" lanjutnya menegaskan
Sayapun ikut tertawa lucu. Mentertawakan kebodohan ini. 



Sedikit merasa malu, tapi saya mengambil pelajaran bahwa "tidak selamanya guru lebih pintar dari siswa, adakalanya siswa lebih pintar karena pengalaman dan lain sebagainya".



Pontianak di Hotel Gajahmada 
"Seleksi akademik calon kepala sekolah"

Salam kenal untuk rekan guru dari Kabupaten Kayong Utara
Kenangan indah di Sedahan tiada terlupakan.

Senin, 02 Desember 2013

KEJUTAN ULANG TAHUN DARI SISWA KELAS V A SDN 01 BENUA KAYONG

terima kasih, hanya itu yang bisa terucap atas perhatiannya.
serta doa tulus, 
semoga kelak engkau menjadi anak yang sukses di dunia dan akhirat.


anak-anak rela mengeluarkan uang yang cukup banyak
demi membeli sebuah kue ulang tahun
dan sebagian memberikan kado
TERHARU...!!!!







siswa kelas VA SDN 01 Benua Kayong
Tahun pelajaran 2013/2014