Senin, 05 November 2012

Disaat Daku Tua

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu
Maklumilah diriku, bersabarlah menghadapiku...

Disaat daku menumpahkan kuah sayur di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikat tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
terus menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu,daku harus mengulang dan mengulang terus
sebuah cerita yang telah ku ceritakan ribuan kali,
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku, Ingatlah dimasa kecilmu,
bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingunan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabar menjawab
setiap "mengapa" yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan.
Ulurkan tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaimana dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki
untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engakau berada disisiku
untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihatku menua.
Janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku,
bagaikan daku terhadapmu.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temailah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasihdan kesabaranmu.
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyum ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.






Ku sadur puisi ini, untuk wanita yang telah membesarkanku
mendidik dan menjadikan ku seperti sekarang ini,
sayangnya, saat ini engkau tak lagi bersama ku,
tak sempat bagiku membahagiakan dan merawatmu dengan baik
untuk membuktikan betapa cintaku padamu.

Ya Allah, jaga dan rawatlah ia,
sebagaimana ia menyayangi ku sewaktu kecil dulu.
Amin...!!!

Untuk ayahku...
disaat tubuhmu semakin rentan di makan usia dan penyakit
kau masih berusaha menjaga dan melindungi kami, anak-anakmu
Semoga kami, bisa membalasnya dengan ketulusan yang sama.

Minggu, 20 November 2011

MEMUKUL SISWA, GURU DIBAWAKAN PARANG

Beberapa hari yang lalu, beredar berita tentang 7 siswa melaporkan guru-nya ke polisi. Walau mungkin tak sama persis, tapi kejadian ini mengingatkan saya dengan pengalaman seorang teman (selanjutnya disebut Pak Guru) ketika mengajar di daerah pedalaman Kalimantan Barat, penduduknya kebanyakan bersuku Dayak yang terkenal dengan kekuatan mistik-nya.

Waktu itu sekitar tahun 70-an. Daerah ini adalah tempat tugas pertama Pak Guru. Suatu tempat yang hanya bisa ditempuh dengan motor air, dengan waktu sekitar 24 jam dari Kota Kabupaten Ketapang Prov. Kalbar. Sampai sekarangpun daerah pedalaman masih terkenal dengan kekuatan mistiknya, apalagi pada tahun 70-an, bisa kita bayangkan betapa besar nyali sorang Guru untuk melaksanakan tugasnya di sana.

Singkat cerita, pada suatu hari, Pak Guru menemukan kejadian seorang siswa (dengan tubuh lebih besar) memukul lima temannya, sehingga kelima teman tsb kompak menangis. Melihat pembantaian ini, tentu Pak Guru geram, dengan semangat mudanya ia berusaha menegakkan keadialan bagi siswa yang dizalimi. Akhirnya dengan sebatang penggaris kayu, dipukulah kaki siswa yang memukul teman-temannya tsb, dengan harapan ketika siswa merasakan sakit yang sama, dikemudian hari ia tidak mudah menyakiti orang lain.

Tetapi, setelah mendapat pukulan dikakinya, siswa tersebut berlari keluar kelas. Pak Guru tentu saja terkejut, tapi juga tidak bisa mencegah, larinya begitu cepat, apalagi ia masih harus melanjutkan pelajaran.

Tidak begitu lama, kelas Pak Guru didatangi kepala sekolah dan beberapa rekan guru. Dengan nada cemas kepala sekolah bertanya, "Ape yang terjadi Pak Guru, benarkah Pak Guru memelasah (memukul) anak?".

"Benar Pak, karene die mukul temannye sampai menangis semue!" jelas Pak Guru dengan tenang karena merasa yang dilakukannya masih hal wajar.

"Aduh Pak, biak nyan (anak itu) memanggil orang tue-nye, itu orang tuenye menuju ke sekolah membawa parang panjang!" tambah kepala sekolah lebih cemas lagi.

Kebetulan lokasi sekolah terletak di tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya, jadi mereka yang berjalan menuju ke sekolah akan terlihat dengan jelas. Dari apa yang dilihat kepala sekolah dan rekan Pak Guru, ada seorang laki-laki berjalan menuju sekolah dengan meneteng baju dipundak dan parang panjang ditangannya.

"Bapak tahu dak? Bapak biak nyan (anak itu) seorang dukun besak (besar), dia bise membunuh orang hanya dengan gerakan telunjuk tangannye!" kepala sekolah menambahkan penjelasannya.

"Mau diapekanlah pak, sudah telanjor (sudah terjadi)!" kate Pak Guru pasrah. "Tapi tolong tambahkan (temankan) menghadapinye ye..!" pinta Pak Guru.

Sampai pada akhirnya kepala sekolah dan rekan-rekan guru tidak ada yang berani menemani Pak Guru menghadapi Si Dukun tsb, mereka semua masuk ke ruangan masing-masing dengan pintu ditutup. Hanya kelas Pak Guru yang pintunya terbuka. Dalam hati Pak Guru sudah pasrah, kepada Sang pencipta ia bermohon perlindungan.

Dengan harap-harap cemas Pak Guru menanti kedatangan tamu tak diharapkan tsb di kelas. Pintu diketuk, tamu dipersilahkan masuk. Tak diduga Sang Dukun berkata dengan ramah, "Benare Pak Guru manggil saye?, saye ni ketemu anak dalam pejalanan menuju ke ladang, katenye bapak manggil saye!" baju dan parang tidak ada lagi ditangan. Rupanya parang itu dibawa bukan untuk menyerang Pak Guru tapi untuk bekerja di ladang. Hehehe..!

Setelah dijelaskan apa yang terjadi, Sang Dukun malah mengatakan "Dak ape pak, kalau die salah pelasah (pukul) jak, memang nakalam die nyan! (memang nakal anak itu!)".

Akhirnya, Sang Dukun menjadi ayah angkat Pak Guru, karena ternyata rumah yang dipinjamkan Kades kepada Pak Guru adalah rumah Si Dukun. Apa yang dibicarakan orang bahwa beliau adalah dukun besar bukanlah bualan. Pak Guru pernah membuktikannya saat pergi berburu bersama, Sang Dukun menjatuhkan elang yang sedang terbang di angkasa hanya dengan gerakan telunjuk tangannya. Bertahun-tahun bergaul, Pak Guru tidak pernah melihat Si Dukun bertindak angkuh dan semena-mena dengan ilmu yang dimilikinya. So.. jangan takut dengan orang Kalimantan... hehehe..!!! Pisss...!!!



Pesannya:
Jika ada tindakan guru yang tidak berkenan di hati siswa dan orang tua, tidak ada salahnya orang tua berkunjung ke sekolah untuk membicarakan (mengklarifikasi) hal tsb dengan bijak. Guru bukan musuh.... tetapi orang tua kedua bagi siswa dan rekan kerja orang tua.

Sangat baik jika guru mengetahui kegiatan siswa di rumah, dan orang tua mengetahui kelakuan anaknya di sekolah... jadi ada kesinambungan pendidikan di rumah dan sekolah.

Berdasarkan pengalaman, siswa akan berperilaku baik di kelas dan hormat kepada guru jika orang tua dan guru saling kenal dan menjalin hubungan baik (bersahabat), bukankah kebaikan itu menular. 
Maju Terus Pendidikan Indonesia...!!!!

Senin, 14 November 2011

MISTERI PADANG DUA BELAS

Padang Dua Belas adalah suatu tempat yang terletak 35 km dari Kota Ketapang menuju ke Kecamatan Kendawangan. Keunikan tempat ini sudah saya dengar sejak masih kanak-kanak melalui cerita orang tua dahulu. Mungkin bisa dikatakan sebagian besar masyarakat Kabupaten Ketapang mengakui akan keunikannya.

Secara kasat mata, Padang Dua Belas adalah sebuah padang luas yang ditumbuhi pohon-pohon rendah dengan pasir putih yang mempesona. Jika kita kesana pukul sebelas siang ke atas, maka pasir tersebut akan tampak berkilau sehingga diperlukan kacamata untuk menahan kilauannya. Tempat ini juga dijadikan tempat berburu rusa bagi mereka yang hobi berburu. Pohon-pohon disanapun juga sangat indah, tingginya tidak melebihi tubuh manusia.

Artikel yang ditulis diberbagai website tentang kemisteriusan Padang Dua Belas pada umumnya telah menjadi buah bibir bagi masyarakat Ketapang. Kali ini saya menuliskan cerita yang saya dengar langsung dari mereka yang mengalaminya.

Seorang teman bercerita kepada saya. Saat ia dan temannya pergi berburu rusa di Padang Dua Belas sekitar pukul sepuluh malam, tiba-tiba datang api sebesar pelita berputar cepat mengelilingi mereka yang sedang berjalan, akhirnya mereka berhenti dan duduk merokok sambil menenangkan diri baru kemudian temannya tsb berkata dengan sopan "kami berdua berani mah, dak usah ditambahkan am, balek am..!" (in indonesia: kami berdua berani, tidak perlu ditemankan, pulanglah...!) setelah itu secepat kilat api itupun menghilang.

Teman lain bercerita, saat ia pulang dari Kecamatan Kendawangan menuju Kota Ketapang, di perjalanan (Padang Dua Belas) ia bertemu dengan Bapak Alm...... (maaf sy lupa namanya, tapi akan ditanyakan lagi). Saat diajak jalan bersama (barengan), si Alm... tidak mau dan mempersilahkan teman saya tersebut berangkat duluan. Saat itu kondisi jalan antara Ketapang-Kendawangan sangat buruk masih tanah merah, maka kondisi motor yang melaluinya pasti sangat kotor. Tetapi anehnya, saat teman saya sampai di Kota Ketapang, si Alm... sudah ada di rumahnya dan motornya dalam keadaan bersih.

Teman saya yang lain menimpali cerita bapak tsb (kebetulan kami pada ngumpul di kantor nih sambil cerita-cerita), ia mengatakan bahwa ponakannya juga pernah menumpang motor Alm.... dalam pejalanan pulang menuju ke Ketapang juga, saat itu hujan sangat lebat, tapi aneh bin ajaib Alm... dan ponakan tsb tidak basah sama sekali padahal tidak menggunakan mantel atau pelindung apapun. Teman yang lain pun menambahkan bahwa benar jika si Alm... adalah manusia yang bersahabat dengan penghuni ghaib Padang Dua Belas yang sering di sebut Manusia Kebenaran atau Orang Limun.

Bicara Manusia Kebenaran, seperti namanya "manusia kebenaran" mereka tidak mengganggu manusia kecuali jika manusia yang mengganggu ketentraman mereka. Seperti yang pernah dilihat teman saya yang berburu tadi, saat ia melewati Padang Dua Belas, ada beberapa orang (etnis china) mengembalikan pohon yang mereka ambil di tempat tersebut, mungkin sebelumnya mereka tidak mengetahui atau kurang percaya kalau dipantangkan (dilarang) mengambil barang apapun baik batu, pasir dan tumbuhan dari Wilayah Padang Dua Belas.

Saat ini Kecamatan Kendawangan adalah tempat penghasil bahan tambang seperti bauksit dan timah hitam di Kabupaten Ketapang. Banyak perusahanan yang sudah melakukan eksplorasi disana seperti yang terbesar PT. Harita. Padang Dua Belas masih termasuk wilayah Kecamatan Kendawangan, konon katanya beberapa perusahaan sudah melakukan ekspedisi untuk dapat mengeksplorasi bahan tambang yang terkandung di dalamnya namun masih belum berhasil. Bisa jadi hal ini ada hubungannya dengan kemisteriusan yang disampaikan di atas.

Manusia Kebenaran tidak pernah terdengar mengganggu manusia, bahkan sebaliknya banyak cerita yang mengatakan bahwa mereka menolong manusia yang sedang kesusahan dalam perjalanannya. Saya berharap, para pengusaha dan penguasa tidak terlalu serakah mengeksplorasi negeri ini: Kota Kayong. Dan Semoga Allah selalu melindungi Manusia Kebenaran dari keserakahan penguasa dan pengusaha yang tidak peduli kelestarian lingkungan apalagi terhadap makhluk ghaib (Manusia Kebenaran/Orang Limun).

Minggu, 09 Oktober 2011

PENILAIAN KINERJA GURU

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan Nasional mulai tahun 2012 akan melakukan penilaian kinerja guru sebagai upaya mendapatkan guru-guru berkualitas dan berprestasi yang layak memperoleh penghargaan dalam bentuk sertifikasi dan tunjangan satu kali gaji.

"Program sertifikasi sudah dimulai sejak 2005 dan selama ini guru yang lolos proses sertifikasi melalui penilaian porto folio mendapat tunjangan satu kali gaji pokok, namun kenyataannya sertifikasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas Syawal Gultom, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pascaprogram pemberian sertifikasi guru melalui penilaian porto folio sejak tahun 2005 lalu tidak memberi dampak besar terhadap perubahan kultur di sekolah menjadi lebih baik, kinerja guru dalam mengajar di kelas, dan peningkatan kemampuan siswa.

Padahal, ujarnya, biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah sangat besar untuk membayar tunjangan sebanyak 734.000 guru yang telah memiliki sertifikasi profesi dari total sebanyak 2,7 juta guru lebih di Indonesia. Tahun 2012 pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp30 triliun untuk membayar tunjangan profesi guru.

Oleh karena itu, Kemdiknas mencari cara supaya guru bisa mengubah kinerja pasca sertifikasi dan mulai tahun depan pihaknya akan merancang peraturan menteri (permen) yang akan mengukur standar kompetensi guru.

Pendataan dilakukan secara online dimana data dikirim berjenjang dari sekolah, dinas kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) hingga ke Kemdiknas. "Akan diketahui, berapa bulan atau tahun tunjangannya ditunda," katanya.

Dari data dalam jaringan (online) tersebut guru dapat melihat apakah dirinya sudah memenuhi kriteria sertifikasi atau tidak. Melalui sistem komputerisasi yang ada, jelasnya, para guru itu juga akan dievalusi kinerjanya. Ada empat indikator evaluasi yakni kepribadian, pedagogi (pemahaman ilmu yang diajarkan), sosial dan keprofesionalitasan guru. nantinya, standar kriteria sama secara nasional namun skor dimasing-masing daerah berbeda.

Penilaian juga akan dilakukan kepala sekolah dan guru senior di sekolah masing-masing. Keduanya juga akan didampingi oleh 332.000 asesor yang anggotanya terdiri dari anggota LPMP, pengawas sekolah, kepsek, guru berprestasi dan asosiasi profesi. "Guru yang menjadi pengawas bisa didapat dari guru menurut lamanya dia mengajar, berprestasi, kepangkatan ataupun karya dan penghargaan apa yang sudah diraih," katanya.

Lebih lanjut Syawal mengatakan sebagai implikasi dari program penilaian kinerja pada tahun 2012, maka berimplikasi pada rencana penundaan pembayaran tunjangan guru yang kinerjanya tidak sesuai kompetensi.

Syawal mengatakan penundaan pembayaran tunjangan profesi ini pastinya akan menuai gejolak. "Namun kepada siapapun yang menolak, Kemdiknas akan membalikkan pandangan mereka dimana dulu mereka setuju status guru sebagai profesi dengan standar gaji yang baik namun dibalik kelebihan itu ada standar kompetensi yang harus dicapai".

Sosialisasi mengenai hal ini sudah dilakukan sejak diterbitkannya Permenag PAN dan RB no 16/2009 tentang Penilaian Kinerja Guru. Sambil berjalan sosialisasi, ujarnya Kemdiknas juga akan menyiapkan modul agar kompetensi mereka dapat mencapai indeks nilai yang disyaratkan.

Editor: Ruslan Burhani

sumber: http://www.antaranews.com/berita/276796/kemdiknas-laksanakan-penilaian-kinerja-guru-tahun-depan

Jumat, 07 Oktober 2011

BELAJAR DARI NEGARA DENGAN KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

FINLANDIA ! Negara dengan ibukota Helsinki
(tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM)
Diberitakan sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia.

Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi No. 1 di pentas dunia?

Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa, tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes.

Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Apa gerangan kuncinya?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.

Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 tahun seorang siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi, dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!

“Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri”, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, pada sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.

Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan lain sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.

Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.


sumber: http://roumink.wordpress.com/2010/01/29/luar-biasa-negara-dengan-pendidikan-terbaik-dunia/