Selasa, 24 Januari 2023

*Peran Ganda Guru*

By : Lusi Andriani, S. Pd



Sabtu, 21 Januari 2023. Sahrul, siswa kelas 4 SDN 05 Benua Kayong Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, tampak terbaring di ruangan UKS, dengan keluhan perutnya mual. Menurut katanya, tadi pagi ia sarapan mie instan di kantin sekolah. Setelah diberi minyak angin dan air putih hangat oleh Ibu Utin, ia diminta istirahat di ruangan UKS tsb.

Setelah lebih dari satu jam, rasa mual hilang berganti kepala sedikit pusing, katanya lagi ketika ditanya mengenai keadaanya. Lalu saat ditawarkan untuk pulang sekolah lebih cepat, ia bersedia. Akhirnya Pak Zuar selaku tenaga perpustakaan merangkap sebagai ojek gratis, mengantarkan Sahrul pulang ke rumahnya. Sedangkan Bu Aina mencari siswa lain yang bisa mengantarkan sepeda Sahrul saat pulang sekolah nanti.

Saya teringat, beberapa waktu yang lalu, siswa kelas 6 juga mengeluh sakit perut. Karena pihak sekolah tahu bahwa anak ini tinggal bersama kakeknya, sedangkan saat itu orang tuanya bekerja di pedalaman, dan ia tampak kesakitan maka Bu Utin selaku pembina UKS, mengantarkan siswa tersebut ke puskesmas pembantu (pustu) terdekat. Hasil pemeriksaan ia dinyatakan masuk angin. Setalah mendapatkan obat dari tenaga kesehatan, ia pun diantar pulang oleh Bu Utin.

Itulah bentuk penanganan jika siswa sakit di sekolah. Guru hanya bisa memberikan obat luar, seperti betadin, minyak angin, zambuk, dll. Sementara untuk obat minum siswa lebih baik diantarkan ke pustu terdekat, karena kami guru bukan tenaga medis
☺
. Tapi kami guru harus bisa berperan sebagai apa saja, mulai dari menjadi tenaga medis sampai tukang ojek gratis. Betapa mulia profesi mu guru
😍
Menggapai Berkah Yasinan, Membentuk Pelajar Pancasila
By: Lusi Andriani, S.Pd


Jumat, 20/1/2023. SDN 05 Benua Kayong Kabupan Ketapang Kalimantan Barat, membentuk karakter beriman, bertaqwa, dengan melaksanakan acara Yasinan setiap hari Jum'at.
Pembacaan Surah Yasin dilakukan seluruh siswa berasama guru dan tenaga pendidik sebagai wujud kebersamaan dalam indikator gotong royong.





Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembudayaan literasi di sekolah. Serta termasuk dalam upaya mewujudkan salah satu dari enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu dimensi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, pada elemen akhlak beragama. Indikator kegiatannya adalah Pelajar Pancasila aktif mengikuti acara-acara keagamaan dalam rangka menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Sudah dua Jumat, saya lihat ada yang berbeda. Diantara siswa perempuan, dibagian belakang, terdapat kelompok ibu-ibu yang merupakan orang tua siswa kelas 1, juga mengiikuti Yasinan ini. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang positif, karena dapat memberikan teladan dan motivasi bagi siswa untuk mengikuti acara Yasinan dengan serius dan penuh semangat.
Peserta Yasinan terutama siswa, harus sering diingatkan tentang keutamaan membaca Surah Yasin yaitu berdasarkan sabda Rasulullah dari Anas bin Malik; "Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, dan hati Alquran adalah (Surah) Yasin. Siapa yang membacanya (Surah Yasin), Allah memberikan pahala sama seperti membaca Alquran sepuluh kali."
Begitu besar keutamaan membaca Surah Yasin, maka kedepan, saya akan mengajak semua orang tua siswa untuk bergabung meramaikan kegiatan ini. Tidak melalui undangan resmi, hanya merupakan ajakan di grup WA kelas, bagi yang memiliki waktu luang dan ingin bergabung menggapai berkah membaca Surah Yasin di hari Jumat, dengan Yasinan bersama di SDN 05 Benua Kayong.

Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendidik siswa terutama pada pembentukan karakter sangatlah penting. Sehingga tujuan pemerintah menjadikan pelajar Indonesia sebagai Pelajar Pancasila semakin cepat terwujud. Pelajar Pancasila akan tumbuh sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat yang mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

"Anak adalah peniru terbaik,
jadi berikanlah mereka sesuatu yang hebat untuk ditiru"

Ketapang, 20 Januari 2023.




Semua  Acel, Elly Rochaida dan 32 lainnya

Rabu, 14 Desember 2022

4 KESALAH PAHAMAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM KURIKULUM MERDEKA

A. PEMAHAMAN KONSEP

Berdasarkan Kepmendikbudristek No.262/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan :
  1. Kegiatan kokurikuler berbasis projek
  2. Dirancang untuk menguatkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
  3. Pelaksanaannya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya.
  4. Dirancang terpisah dari intrakurikuler. (Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.)
  5. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Tema projek profl PAUD:
  1. Aku Sayang Bumi (Gaya Hidup Berkelanjutan)
  2. Aku Cinta Indonesia (Kearifan Lokal)
  3. Kita Semua Bersaudara (Bhinneka Tunggal Ika)
  4. Imajinasi dan Kreativitasku (Rekayasa dan Teknologi)
Tema projek profil DASMEN:
  1. Kearifan Lokal (SD-SMA/sederajat)
  2. Rekayasa dan Teknologi (SD-SMA/sederajat)
  3. Kewirausahaan (SD-SMA/sederajat)
  4. Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/sederajat)
  5. Gaya Hidup Berkelanjutan (SDSMA/sederajat)
  6. Bangunlah Jiwa dan Raganya (SDSMA/sederajat)
  7. Suara Demokrasi (SMP-SMA/sederajat)
  8.  Kebekerjaan (Tema wajib di SMK)
Ketentuan Jumlah Tema dalam Satu Tahun Ajaran

Dari tabel di atas, untuk SD/Sederajat, jumlah tema projek dalam satu tahun ajaran minimal 2 tema dan maksimal 3 tema yang berbeda. Saya kasih contoh, misalkan di semester 1 sekolah mengangkat tema KEARIFAN LOKAL, maka di semester 2 harus memilih tema yang beda, misalkan KEWIRAUSAHAAN, jika mau melaksanakan 3 tema dalam satu tahun ajaran, maka tema ke-3 pilih lagi tema yang berbeda, misalkan GAYA HIDUP BERKELANJUTAN.

Alokasi Waktu Projek Profil

Untuk SD/MI, alokasi waktu projek profil satu tahun kelas I-V 252 JP, bearti 1 semester 252 : 2 = 126 JP. Dalam menyusun jadwal intrakurikuler disesuaikan kondisi sekolah, dengan pilihan:
  1. Satu hari dalam setiap minggu (6 JP) full projek profil, 
  2. Setiap hari 2 JP ; 3 hari dalam setiap minggu.
  3. Atau di akhir semester selama 3 minggu (21 hari x 6 JP/hari = 126 JP)
SDN 05 Benua Kayong, tempat saya bertugas, menjadikan hari Jum;at sebagai hari projek profil. Untuk kelas VI memang waktunya lebih sedikit, itu karena kelas VI pada bulan April sudah akan melaksanakan ujian sekolah sehingga jika menyusun jadwal seperti di atas, maka secara otomatis jam kelas VI berkurang dengan sendirinya. Artinya dalam menghitung jumlah JP, jangan terlalu kaku, karena bisa saja kurang, bisa juga lebih dari 252 JP seperti yang ditetapkan di atas.

 Tahapan perencanaan projek profil
  1. Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila
  2. Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan
  3. Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila
  4. Menyusun modul/rencana pengajaran projek profil
  5. Merancang strategi pelaporan hasil projek (penilaian/rapor projek)

Tahapan pengembangan projek profil
  1. Menentukan tujuan pembelajaran
  2. Merancang indikator kemampuan
  3. Menyusun strategi asesmen
  4. Mengembangkan topik dan alur aktivitas pembelajaran
  5. Mengolah hasil asesmen
  6. Menyusun pelaporan

Pilihan penyusunan modul projek profil
  1. Mengadaptasi Modul yang Sudah Ada
  2. Membuat Modul secara Mandiri


B. 4 KESALAH PAHAMAN (MISKONSEPSI) P5
  1. Miskonsepsi; Tujuan pembelajaran projek dirumuskan secara mandiri dengan hanya menyasar pada level dimensi karakter profil pelajar Pancasila. Konsep yang Benar; Tujuan pembelajaran projek sudah ada di dalam dokumen profil pelajar Pancasila, menyasar pada level rumusan kompetensi untuk setiap jenjang.
  2. Miskonsepsi; Kegiatan integrasi dari berbagai mata pelajaran. Konsep yang Benar; Kegiatan lintas disiplin ilmu yang berada di luar pelajaran.
  3. Miskonsepsi; Kegiatan projek profil wajib menghasilkan sebuah produk dalam bentuk barang untuk dipamerkan dalam gelaran karya. Konsep yang Benar; Produk akhir projek profil bisa berupa aksi/kampanye dan tidak harus diakhiri oleh sebuah pameran.
  4. Miskonsepsi; Asesmen projek menyasar tema dan produk, bukan pada kompetensi sasaran. Konsep yang Benar; Asesmen fokus menyasar rumusan kompetensi profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran.

C. PELAKSANAAN PROJEK PROFIL DI SDN 05 BENUA KAYONG

Tema : Kewirausahaan (2021)
Perayaan: berupa Pameran Produk siswa kelas I dan kelas IV







Tema : Gaya Hidup Berkelanjutan
(Semester 1 Tahun Pelakaran 2022/2023)
Perayaan: Bakti Sosial diikuti semua siswa.








TESTIMONI ORANG TUA SAAT PELAKSANAAN BAKTI SOSIAL.
(PERAYAAN PROJEK PROFIL SEMESTER 1)

"Anak kami dapat mengenal  alam dan menambah wawasan serta dapat belajar bagaimana menjaga lingkungan yg bersih"


"Kami selaku orang tua sangat bangga atas kegiatan sekolah yg telah memberi pelajaran yg positif tentang alam dan lingkungan. Untuk saran.seharusnya kegiatan ini d lakukan sebulan sekali. Agar kami selaku murid dpt lbh bnyak belajar tentang alam dan sekitarnya". 
Wali Murid dari CHESAR MAULANA.🙏

"Kegiatan tersebut dapat mengajarkan anak saya untuk peduli tentang kebersihan lingkungan. menjadikan pelajaran untuk kita dimanapun dan kapanpun jika melihat atau membuang sampah harus pada tempatnya, serta kegiatan ini sangat bermanfaat, selain untuk meningkatkan kesadaran tentang kebersihan. kegiatan ini juga mengajarkan cara kerja gotong royong dan itu sangat menyenangkan untuk anak saya. Untuk saran, kegiatan seperti ini boleh dilaksanakan lagi. Bisa 2 bulan sekali atau berapa bulan sekali. Sehingga anak tidak bosan belajar di sekolah terus. Atau di setiap kegiatan bisa di adakan lomba melukis atau menggambar. Supaya anak makin tambah senang. Untuk orang tua juga bisa ikut partisipasi jika di izinkan. 
Terima kasih". 
 Wali Murid AFIQA KHANZA AZZAHRA.


"Mendidik anak untuk tetap mencintai lingkungan sehingga dapat lestari, anak maupun masyarakat harus membuang smpah pda tempatnya". 😊😊

"Kegiatan tersebut dapat memberi wawasan kepada pengunjung atau pun kepada yang berjualan  supaya bisa menjaga kebersihan pantai dan bisa membuang sampah pada tempatnya, mengajarkan supaya bisa mencintai alam dan setiap tahun nya semoga  ada perkembangan/perubahan di pantai". 
Wali Murid dari AQHILA ZAHRA APRILIA


TESTIMONI KEPALA SEKOLAH TENTANG P5
SAAT LOKAKARYA KURIKULUM P5
13 DESEMBER 2022



"P5 merupakan salah satu yang terbaik dari kurikulum merdeka,
dengan P5 sekolah dapat mengali potensi warga sekolah
dengan melibatkan orng tua murid. 
Perayaan P5, menjadi hal yang ditunggu murid dan orang tua". 
(Lusi Andriani, S.Pd - Kepala SDN 05 Benua Kayong - PSP Angkatan 1)


"P5 menambah daya tarik bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kami, setahun pelaksanaan P5 jumlah murid kami meningkat dengan sangat pesat". 
(Kusno, S.Pd - Kepala SDN 01 Muara Pawan - PSP Angkatan 1)



Semoga bermanfaat. Jika ada pengalaman melaksanakan P5, silahkan menambahkan testimoni, agar makin banyak yang mengetahui kelebihan dan kekurangan di P5. Terima kasih

Kamis, 04 Maret 2021

LOGO HUT KETAPANG KE 603

Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Barat. Luas wilayah Kabupaten Ketapang sekitar 31.588 km2. Ibu kotanya terletak di Kecamatan Delta Pawan yang dikenal dengan sebutan Kota Ketapang. Sebuah kota di tepian Sungai Pawan. Sungai Pawan menjadi penghubung Kota Ketapang dengan kecamatan di perhuluan. 

Pada tahun 2021 ini. Kota Ketapang berumur 603 tahun. Dinas Pariwisata mengadakan lomba desain logo HUT Ketapang ke 603. Desain logo rancangan Fariz Irfandi keluar sebagai pemenang. Banyak yang berkomentar bahwa logo HUT Ketapang rancangan Fariz memang terlihat sangat menarik .



Fariz Irfandi alumni dari SDN 07 Delta Pawan mulai mengikuti lomba desain logo pada saat menuntut ilmu di SMPN 03 Ketapang. Lomba pertamanya membawa ia meraih juara ke-2, sejak saat itu ketertarikan pada dunia desain logo terus berlanjut.

Pemuda berusia 21 tahun ini alumni SMAN 01 Ketapang, sekarang sedang menuntut ilmu di Universitas Islam Jogjakarta jurusan ekonomi. Memerlukan waktu sekitar 2 minggu dalam mendesain logo untuk mengikuti lomba ini. Ia memiliki keyakinan akan menang karena merasa sudah mengerahkan seluruh kemampuannnya (totalitas).


Adapun makna logo HUT Ketapang 603 adalah:

  • Angka 6 menggambakan aliran sungai pawan, sungai yang menjadi ikonnya Kota Ketapang
  • Angka 0 berwarna hijau mewakili motto Kota Ketapang sebagai "Kota Asri". Gambar padi sebagai lambang kesejahteraan, warna kuning penghubung angka 6 dan 3 melambangkan jembatan kuning kebanggan masyarakat Ketapang sebagai bentuk komitmen bapak bupati melanjutkan  pembangunan bupati sebelumnya.
  • Angka 3 terdapat tunas kayu yang tumbuh sebagai lambang harapan dan semangat baru dari bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik beberapa hari lalu. Siluet burung enggang khas Ketapang sebagai bentuk terwujudnya kesejahteraan dan keharmonisan manusia dan alam.

Pemilihan logo yang "fullcolor" bertujuan untuk merangkum semua suku di Kabupaten Ketapang yang multietnis. Fullcolor ini diartikan sebagai simbul keberagaman.


Selamat Ulang Tahun Ketapang mari kita

"Satu Tekad Menuju Masyarakat Sejahtera"


Sumber : Sorot 10


 

 







Senin, 01 Maret 2021

BEST PRACTICE YANG SUDAH DIBUKUKAN DAN DINILAI KE GOL IV-b

PENGEMBANGAN SARPRAS DAN KEGIATAN PEMBIASAAN
DI SDN 18 BENUA KAYONG
MELALUI KEPEMIMPINAN KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH

ABSTRAKSI 
Tulisan ini berupa Best Practice yang menyimpulkan bahwa melalui kepemimpinan kewirausahaan kepalas sekolah dapat meningkatkan pengembangan sarana prasarana sekolah dan kemajuan dalam kegiatan kebiasaan di SDN 18 Benua Kayong yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah peserta didik sebesar 20% selama tiga tahun. Inovatif, proaktif, berani mengambil resiko, kerja keras dan pantang menyerah, serta motivasi berprestasi tinggi merupakan karakteristik kepemimpinan kewirausahaan.

Bermodalkan kepemimpinan kewirausahaan seorang kepala sekolah dapat mengembangkan sarana prasarana sekolah dengan memanfaatkan sumber daya sekolah, mengaktifkan peran serta masyarakat dan peran pemerintah. Demikian juga kegiatan pembiasaan di sekolah dapat ditingkatkan melalaui kepemimpinan kewirausahaan dengan menggerakkan warga sekolah mulai dari komite, guru, tenaga administrasi dan peserta didik.

Kata Kunci : kepemimpinan kewirausahaan, sarana dan prasarana, kegiatan pembiasaan.

Best Practice dalam bentuk word : Download