Selasa, 26 Oktober 2010

UMAR BIN ABDUL AZIZ ABAD 21

Jika tahun 99 H ada khalifah Umar bin Abdul Aziz
Maka di abad 21 ini terdapat Mahmoud Ahmadinejad

Presiden Iran saat ini,
ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

“Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”


Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pasti yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :


1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

 



3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.



6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.



 9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,�ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.


12. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.




13. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawalnya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.


Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.




14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden.





sebegitu sederhanakah dia?





 15. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat. 




 Pendidikan seperti apa yang diterima beliau dari orang tua dan guru
sehingga mempunyai keberanian, kejujuran, keikhlasan,
dan keteguhan hati berpihak pada yang diyakininya.

Semoga Allah memberkahi Indonesia
dengan pemimpin seperti

Umar bin Abdul Aziz
or
Mahmoud Ahmadinejad





Sumber :

http://mbakmaya.com/kampanyedamaipemiluindonesia2009/2009/02/presiden-teladan-dan-termiskin-di-dunia/

http://ard1z.wordpress.com/2009/02/26/indahnya-akhlaq-presiden-iran-mahmoud-ahmadinejad-3/

http://www.apakabardunia.com/post/uncategorized/presiden-teladan-dan-termiskin-di-dunia

MENINGKATKAN MUTU MELALUI PENATAAN RUANG KELAS (BAG.2)


Ruang kelas adalah tempat dimana siswa banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Untuk itu, sangat perlu ditata dengan baik agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu penataan yang perlu dilakukan adalah dengan membuat papan pamer/papan pajang di kelas. Kelas yang dipenuhi dengan karya/pekerjaan siswa merupakan pemandangan yang menyenangkan karena memberi pesan kepada mereka bahwa pekerjaan dan belajar mereka penting.

Tujuan kegiatan pajangan dan memajang hasil karya siswa dalam upaya pendekatan keterampilan proses adalah:
1. Agar siswa memiliki keterampilan memproses perolehannya, maka proses pendidikan perlu menyatukan ketiga aspek perkembangan siswa, yaitu rana afektif, rana kognitif dan rana psikomotorik.

2. Bahwa kegiatan memajang hasil karya siswa dapat mengembangkan pengetahuan, sikap dan nilai serta keterampilan siswa.

3. Melalui kegiatan pajangan hasil kegiatan siswa dapat dipakai sebagai tolak ukur dan umpan balik keberhasilan KBM.

4. Melalui pajangan hasil karya siswa, dapat dikembangkan prestasi, keterampilan, kreativitas dan kemampuan-kemampuan serta sikap-sikap positif kepribadian siswa.

5. Bahwa dalam melaksanakan kegiatan pajangan, antara siswa dan guru dilibatkan dan dituntut untuk aktif dan kreatif di dalam kegiatan KBM.

Bagi guru yang membimbing pelaksanaan kegiatan pajangan hasil karya siswa, dituntut untuk mengetahui/ memahami tentang :
a. Tujuan pemajangan
b. Prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajarnya
c. Kriterianya
d. Macam dan jenisnya
e. Waktu pelaksanaan yang tepat


A. TUJUAN PEMAJANGAN
Ditinjau dari segi tujuan, kegiatan/memajang hasil karya siswa yang dilakukan oleh siswa sendiri dengan bimbingan guru, banyak mengandung unsur-unsur positip terhadap perkembangan individu siswa,yang antara lain untuk:

1. Memberi motivasi (daya dorong) bagi siswa untuk melakukan sesuatu tindakan baik yang berasal dari dalam diri siswa (intrinsik),maupun rangsangan dari luar siswa(ekstrinsik)yang keduanya berperan dalam kegiatan belajar siswa.

2. Meningkatkan dan mengembangkan aktifitas dan kreatifitas siswa dalam upaya perkembangan pengetahuan, keterampilan serta sikap dan nilai.

3. Melatih siswa untuk menghargai hasil karya orang lain (sesuai dengan prinsip hubungan sosial).

4. Sasaran komunikasi menghargai hasil karya siswa, sebagai umpan balik dalam memacu kreatifitas dan aktifitas siswa dalam proses belajar selanjutnya.

5. Mengetahui data informasi yang dapat diserap oleh siswa melalui aspek kegiatan yang dilaporkan.

6. Menunjukkan hasil karya siswa/ kelompok, agar dapat diketahui oleh siswa/ kelompok lain.

7. Menumbuhkan rasa estetika (keindahan) pada diri siswa dalam upaya-upaya mengembangkan kegiatan-kegiatan 5K.

8. Dapat dipakai sebagai alat peraga dan sumber belajar dalam pelajaran yang relevan.


B. PRINSIP PBM
Untuk mengaktifkan, menggairahkan, menantang dan merangsang daya kreativitas siswa dalam kegiatan pajangan/ memajang hasil karya siswa antara lain dapat digunakan beberapa prinsip penerapan belajar aktif yaitu :

1. Prinsip motivasi ; dalam upaya mendorong rasa ingin tahu, mencoba serta sikap mandiri dan ingin maju.

2. Prinsip menemukan ; untuk mengembangkan potensi siswa dalam hal mencari, menemukan dan mengembangkan fakta dan informasi sendiri.

3. Prinsip belajar sambil bekerja ; dengan harapan agar siswa memperoleh kepercayaan diri, kegembiraan dan kepuasan karena dapat menyalurkan bakat, kemampuan dan melihat hasil karyanya.

4. Prinsip belajar sambil bermain ; digunakan untuk menciptakan keaktifan siswa dalam suasana siswa gembira dan menyenangkan dalam bentuk kegiatan bermain kreatif.

5. Prinsip hubungan sosial ; untuk menciptakan suasana kerjasama saling menghargai, menumbuhkan pribadi siswa terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing, dalam proses pembentukan kepribadian siswa.

Disamping prinsip-prinsip PBM di atas, kiranya masih banyak juga prinsip-prinsip lain yang dapat digunakan untuk penerapan siswa agar aktif belajar.


C. KTRITERIA DAN CARA MEMAJANG
Sebagai dasar kriteria (ukuran) tentang pajangan hasil karya siswa, antara lain :
1. Benar-benar dibuat/ diciptakan dari kreativitas (hasil karya) siswa itu sendiri.
2. Bermutu (bermanfaat) dan dapat dipakai untuk sarana kegiatan belajar.
3. Menarik, dalam arti baik dari segi bentuk maupun buatannya.
4. Dapat ditempatkan / dipasang pada tempat yang ditentukan.
5. Diusahakan memanfaatkan potensi, bahan maupun benda-benda dari lingkungan tempat belajar (pengembangan/ penerapan potensi muatan lokal).

Dan sebagai kriteria cara memajang (memamerkan) hasil karya siswa, antara lain dengan :
1. Dipajang (dipamerkan) di tempat yang strategis.
2. Posisi pajangan harus disesuaikan dengan tingkat siswa, supaya mudah untuk diamati/ dilihat.
3. Komposisi (pengaturan) pajangan harus sesuai dengan tempat yang tersedia.
4. Penempatannya mudah untuk dipindah/ dilepas.
5. Bila hasil karya siswa dipajang di dalam ruang kelas, sebaiknya diletakkan di belakang tempat duduk siswa.

Kritik di atas hanya sebagian saja dan demi pengembangannya dapat ditingkatkan melalui kreativitas dari guru pembimbingnya.


D. MACAM DAN JENIS PAJANGAN


Dilihat dari cara meletakkan dan menempatkan (memajang), macam pajangan dapat digolongkan :
1. Pajangan gantung ; yaitu cara memasangnya (memamerkannya) digantungkan.
2. Pajangan temple ; yaitu cara memasangnya (memamerkannya) ditempelkan pada papan exhibition (papan untuk memajang) hasil karya siswa.
3. Pajangan duduk ; yaitu cara memasangnya (memamerkannya) diletakkan di atas tempat yang telah ditentukan. Misalnya ditempatkan di atas meja, rak, bangku dan sebagainya.

Dilihat dari benda yang dipajangkan (dipamerkan) jenis pajangan hasil karya siswa dapat digolongkan atas :
1. Benda asli (sesuai dengan bentuk aslinya).
2. Benda tiruan
3. Gambar, tulisan, grafik, diagram, tabel, denah, peta, pantun, puisi, cerpen, kaligrafi, humor, karikatur, laporan hasil diskusi kelompokan, laporan hasil tugas kelompok, lembar kerja yang sudah diisi.

E. KAPAN KEGIATAN MEMAJANG (PAMERAN)
Kegiatan memajang (memamerkan) pajangan hasil karya siswa dilaksanakan pada :
1. Setiap akhir pertemuan dalam kegiatan proses belajar mengajar (pada tahap akhir KBM).
2. Secara berkala sesuai dengan jadwal/ ketentuan dari guru yang bertugas, yang sudah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan.
3. Pada waktu diadakan kegiatan lomba memajang (pameran) hasil karya siswa antara kelompok/ kelas sesuai dengan ketentuan.
Dengan modal dan dedikasi yang tinggi, serta diimbangi dengan banyak kreativitas, apa yang telah diperjuangkan oleh para guru akan memberi arti dan makna yang besar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia.




Sumber: SRI YULIANI, AMa.Pd, http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/1767




Senin, 25 Oktober 2010

MENIGKATKAN MUTU MELALUI PENATAAN RUANG KELAS

Penjamin mutu pendidikan adalah kegiatan sistematik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah daerah, pemerintah dan masyarakat untuk menaikan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

System penjamin mutu pendidikan adalah subsistem dari system pendidikan nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan.


Untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di ruangan kelas, perangkat yang diperlukan adalah mengubah kelas dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi kelas pembelajaran yang berpusat pada siswa. Misalanya guru dapat melakukan kajian tentang kelas yang akan dimasuki. Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1.   Apakah bangku-bangku tersususn seperti garis lurus?
2.   Apakah meja guru berada di depan kelas?
3.   Apakah guru sering duduk di kursi guru?
4.   Apakah guru menerangkan pelajaran di podium depan kelas?
5.   Apakah bahan pelajaran hanya bisa didapat oleh guru?


6.   Apakah ada perhatian tersendiri pada lembar kerja siswa secara individual?
7.   Apakah memenuhi tuntutan kurikulum merupakan tujuan terpenting?
8.   Apakah siswa sering mengeluh karena jenuh?
9.   Apakah guru mengembangkan dan memaksakan penerapan prosedur disiplin?
10. Apakah guru mendorong interaksi antara diri guru dangan para siswa?
11. Apakah guru mendorong interaksi antar siswa di kelas?
12. Apakah guru dekat dengan pintu untuk para "outside"?

Apabila sebagian besar pertanyaan dijawab dengan "Ya", maka kegiatan belajar mengajar tersebut berpusat pada guru di kelas.  Oleh karena itu, apabila guru akan melakukan perubahan dengan salah satu cara dan mudah secara efektif yaitu focus kelas adalah menata ulang bangku di kelas. Buatlah barisan baru untuk mengubah suasana tempat duduk siswa.


Tatalah meja dalam bentuk lingkaran besar atau dalam kelompok berempat/berlima yang saling berhadapan satu sama lainnya. Manfaatkanlah untuk memfasilitasi apa yang guru inginkan. Dalam penataan meja dan kursi akan menentukan suasana kelas dan membantu sebagai pengingat visual untuk focos baru pada siswa dan pada pembelajaran. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, maka seluruh siswa hendaknya berpartisipasi dalam mengelola semua fungsi kelas.




Sumber: Sistem Penjamin Mutu Pendidikan Oleh Widyaiswara LPMP Kalimantan Barat, 2010

Menyenangkan dalam Pembelajaran

Salah satu metodelogi pembelajaran yang  cukup terkenal adalah "PAKEM" yaitu Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Di daerah Jawa Tengah dikenal dengan sebutan "PAIKEM Gembrot" dengan kepanjangan Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Selain itu tahun 2007 di Jayapura muncul pula sebutan "Pembelajaran MATOA" (diambil dari buah Matoa), kepanjangan dari Pembelajaran Menyenangkan, Atraktif, Terukur, Orang (siswa) Aktif.

Ini namanya lain lubuk lain belalang, bagi saya pribadi, ingin sekali bisa memberikan pembelajaran yang Menyenangkan karena guru dan siswa aktif terlibat di dalamnya, Bermakna dalam arti tercapainya tujuan pembelajaran, dan Berkesan artinya bisa menanamkan nilai-nilai positif pada siswa. Apalah artinya materi pelajaran jika tidak bisa menanamkan dan menumbuhkan bibit-bibit kebaikan yang ada pada diri siswa.


Agar proses pembelajaran berlangsung Menyenangkan dan Berkesan, sikap dan tindakan seorang guru sangat menentukan, salah satunya adalah bersikap lemah lembut kepada siswa.

Sesuai dengan firman Allah swt :
"Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]



Guru yang mempunyai sikap lemah lembut membuat hati siswa terpikat dan ingin mendekat, sehingga akan memudahkan guru untuk mengarahkan dan membimbing siswa kearah kebaikan tentunya. Kesan yang ditimbulkan dari sikap lemah lembut inipun sangat kuat, ingatlah bahwa "Guru lebih diingat karena dirinya daripada apa yang mereka ajarkan". Lihatlah senyum yang terkembang dari seorang siswa/mantan siswa ketika bertemu dengan guru yang disayanginya, membuat hati bahagia. 



Bermaknanya sebuah proses pembelajaran tentu tidak terlepas dari kratifitas guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. Guru harus berusaha memikirkan metode yang tepat untuk suatu materi. InsyaAllah jika guru serius ingin memberikan yang terbaik bagi siswa maka Allah akan membimbingnya untuk menemukan cara yang terbaik agar siswa mudah untuk memahami suatu materi pelajaran.

"Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” (Hadist Al-Bukhari & Muslim)




Jika tujuan pembajaran tidak tercapai,  tidak ada salahnya guru memikirkan kembali metode yang digunakan. Dan berdoalah semoga Allah swt. memaafkan segala kekeliruan dan kelalaian dalam menjalankan tugas mulia sebagai guru, dan menambah ilmu agar bisa memberikan yang terbaik. Ya Allah..!!!! Engkau yang Maha Memelihara, maka peliharalah kami dari kemalasan. Amin








Selasa, 19 Oktober 2010

IDE KECIL



Semua keberhasilan besar
dan kehidupan yang bernilai
bagi kebaikan manusia,
selalu dimulai dari sebuah ide.


...Ide itu kemudian tumbuh
melalui tindakan kecil sederhana,
tapi yang niatnya selalu sama,
yaitu memudahkan hidup orang lain.



Apakah pekerjaan Anda sekarang
memudahkan hidup orang lain,
atau hanya agar Anda bisa terus hidup?


Perbaruilah niat dari pekerjaan Anda,
lalu perhatikan apa yang terjadi.


Mario Teguh