Sabtu, 19 Juni 2010

Membeli Diri dengan Sedekah


Diceritakan bahwa Habib bin Muhammad adalah pedagang yang suka meminjamkan uang dan mengambil riba (bunga). Pada suatu hari ia bertemu dengan anak-anak yang sedang bermain. Lalu mereka berkata: "Hai, ada rentenir!" Habib langsung menundukkan kepala dan bergumam: "Ya Allah! Engkau telah membuka rahasiaku kepada anak-anak kecil".

Kemudian ia pulang ke rumahnya, lalu memakai pakaian bulu dan membelenggu tangannya. Ia menaruh uangnya di depannya dan berkata: "Ya Allah! Sesungguhnya aku membeli diriku dari-Mu dengan uang ini. Maka merdekakanlah aku".

Ketika pagi tiba dan siang menyingsing, ia menyedekahkan seluruh uangnya (sebanyak 40.000 dirham) dalam 4 tahap. Pada pagi hari ia menyedekahkan 10.000 dirham dan berkata: "Ya Allah! Aku membeli diriku dari-Mu dengan uang ini". Lalu ia ikuti dengan menyedekahkan 10.000 dirham lainnya dan berkata: "Ya Allah! ini ungkapan syukurku kepada-Mu, karena Engkau telah menolongku untuk melakukan hal itu".

Kemudian ia kembali mengeluarkan 10.000 dirham untuk disedekahkan. Dan ia berkata: "Ya Allah! Jika Engkau tidak berkenan menerima sedekahku yang pertama dan kedua, maka terimalah sedekahku yang ini". Lalu ia kembali menyedekahkan uang 10.000 dirham dan berkata: "Ya Allah! Jika Engkau berkenan menerima sedekahku yang ketiga, maka ini adalah ungkapan syukur ku untuk itu".

Setelah itu ia sangat tekun beribadah. Ia tidak terlihat melainkan tengah berpuasa, bangun malam, berdzikir, atau shalat. Lalu pada suatu hari ia bertemu dengan anak-anak yang sebelumya mengejeknya sebagai rentenir. Begitu melihat Habib, mereka langsung berbicara satu sama lain: "Sssst diamlah! Habib yang ahli ibadah telah datang".

Habib langsung menangis dan bergumam: "Ya Allah! Sekali tempo Engkau memujiku dan sekali tempo Engkau mencelaku. Semua berasal dari-Mu".


Rasulullah Bersabda:
"Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu. Perintahmu untuk melakukan yang ma'ruf adalah sedekah. Laranganmu terhadap perbuatan yang munkar adalah sedekah. Petunjukmu kepada seseorang di tempat yang sesat adalah sedekah bagimu. Tindakanmu menyingkirkan kotoran, duri dan tulang dari jalan adalah sedekah bagimu. Dan menuangkan air dari timbamu ke dalam timba saudaramu adalah sedekah bagimu".



Dikutip dari Buku Be a Genius Teacher Mendidik dengan Kreatif seri 1

3 komentar:

  1. memberi dengan setulus hati itu yang penting. salam kenal

    BalasHapus
  2. Mengharap pada manusia hanya akan mendatangkan kekecewaan. Terimakasih. Salam Kenal Balik.

    BalasHapus